1. Definisi Konsepsional
Suatu yang menggambarkan adanya hubungan antara konsep yang khusus dengan konsep yang akan diteliti. pemikiran umum terhadap suatu masalah atau persoalan yang menjadi bahan penelitian serta konsep ini juga akan menentukan variabel-variabel yang akan saling berhubungan dengan penelitian kita, konsep ini bersifat abstrak yang dibentuk dengan generalisasi dari hal-hal suatu kejadian yang di amati.
2. Definisi Operasional
Cara kerja atau petunjuk bagi si peneliti dalam mengumpulkan semua data-data yang diperlukan selama penelitian berlangsung selain itu operasional ini juga dapat menentukan suatu masalah tersebut dapat di teliti atau tidak, sedangkan kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir,mengembangkan serta menciptakan konsep-konsep maupun gagasan baru. jadi operasional kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan konsep-konsep tersebut sehinggah bisa di terapkan dalam melakukan suatu penelitian.
PENGERTIAN KREATIFITAS 4P
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. manusia melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya. Kreativitas dahulu dianggap sebagai ”anugrah yang ajaib”, yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Sekarang kita tahu bahwa kecerdasan merupakan anugrah ajaib yang dimiliki semua orang. Menguraikan kekuatan kecerdasan kreatif hanyalah masalah memahami bagaimana melakukannya. Kreativitas bisa dimiliki semua orang dengan membangun potensi kreatif dalam dirinya .
DEFINISI KREATIFITAS 4P
Pribadi : anak mempunyai kelebihan dalam berfikir kreatif. Kreatifitas tersebut yang mencerminkan dirinya sehingga dengan kreatifitas akan membangun kepribadian seorang anak lebih baik, baik, dan baik lagi. Namun tergantung lingkungannya dan faktor keturunan yang akan membentuk kepribadian anak tersebut.
Pendorong : dengan dorongan dan motivasi kreatifitas itu akan memudahkan seseorang unutk mewujudkannya. Dengan faktor lingkungan yang sempit ( keluarga dan sekolah), lingkungan luas (masyarakat dan kebudayaan) serta serana dan prasarana yang disediakan seseorang akan merasa bebas berekspresi dan tidak merasa dibatasi oleh hal apapun sehingga kreatifitas itu akan lebih baik hasilnya.
Proses : sangat penting dalam membangun, menciptakan, dan menghasilakan kreatifitas yang baru. dengan pujian dan motivasi dari berbagai pihak maka proses perkembangan kretifitasnya akan lebih menyenangkan dan lebih mudah utuk di terima olah anak.
Produk : tahap dimana anak sudah menghasilkan dan dapat mewujudkan kreatifitasnya sehingga dapat dihargai sedemikian tinggi dan dianggap penting oleh orang-orang sekitarnya.
TEORI PRIBADI KREATIF
* Teori Psikoanalisis
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Psikoanalisis memiliki tiga penerapan: 1) suatu metoda penelitian dari pikiran; 2) suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia; dan 3) suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.[1] Dalam cakupan yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis yang mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan perkembangan manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut “psikoanalitis” berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam. Sebagai tambahan, istilah psikoanalisis juga merujuk pada metoda penelitian terhadap perkembangan anak.
Aliran psikoanalisis Freud merujuk pada suatu jenis perlakuan dimana orang yang dianalisis mengungkapkan pemikiran secara verbal, termasuk asosiasi bebas, khayalan, dan mimpi, yang menjadi sumber bagi seorang penganalisis merumuskan konflik tidak sadar yang menyebabkan gejala yang dirasakan dan permasalahan karakter pada pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.
Intervensi khusus dari seorang penganalisis biasanya mencakup mengkonfrontasikan dan mengklarifikasi mekanisme pertahanan, harapan, dan perasaan bersalah. Melalui analisis konflik, termasuk yang berkontribusi terhadap daya tahan psikis dan yang melibatkan tranferens kedalam reaksi yang menyimpang, perlakuan psikoanalisis dapat mengklarifikasi bagaimana pasien secara tidak sadar menjadi musuh yang paling jahat bagi dirinya sendiri: bagaimana reaksi tidak sadar yang bersifat simbolis dan telah distimulasi oleh pengalaman kemudian menyebabkan timbulnya gejala yang tidak dikehendaki.
* Teori Humanistik
Humanistik lebih menekankan kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan kreativitas dapat berkembang selama hidup dan tidak terbatas pada usia lima tahun pertama. Muncul sebagai kritik terhadap pandangan tentang manusia yang mekanistik ala behaviorisme dan pesimistik ala psikoanalisa. Oleh karenanya sering disebut sebagai the third force (the first force is behaviorism, the second force is psychoanalysis).
• Abraham Maslow
Ia menekankan bahwa manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang tertinggi.
• Carl Rogers
Ia menjelaskan ada 3 kondisi dari pribadi yang kreatif, adalah keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan Patoka pribadi seseorang, kemampuan untuk bereksperiman atau untuk ‘bermain’ dengan konsep-konsep.
- Aliran humanistic menyumbangkan arah yang positif dan optimis bagi pengembangan potensi manusia, disebut sebagai yang mengembalikan hakikat psikologi sbg ilmu tentang manusia
- Kritik terutama diarahkan pada perspektif dan metodenya yang subyektif, dan tidak reliable.
Berlawanan dengan perkiraan para ahli yang menentangnya, aliran humanistic bertahan dan bahkan semakin banyak pengikutnya. Humanistik bahkan dapat dikatakan sebagai agama untuk sementara ahli.
TEORI PENDORONG KREATIF
Teori Pendorong
Kreativitas menekankan pada factor pendorong internal yaitu diri sendiri dan eksternal, yaitu lingkungan social dan psikologis. Factor internal termasuk motivasi intrinsic (pendorong internal). Dan lingkungan social yang kondusif (pendorong eksternal). (Munandar, 1999:28.29).
-Menurut teori Wallas
Proses kreatif, yang diungkapkan oleh Graham Wallace (1926) dalam bukunya ‘The Art of Thought’ yang mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu
* persiapan
* inkubasi
* iluminasi
* verifikasi
Tahap persiapan (preparation), seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berfikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang lain. Pada tahap persiapan ide datang dan timbul dari berbagai kemungkinan, dan ini dapat berasal dari guru melalui penjelasan atau penyampaian informasi topik materi pelajaran atau dapat pula dari siswa yang sebelumnya telah ditugaskan oleh guru untuk mencari ide atau gagasan yang terkait dengan materi pembelajaran.
Pada tahap inkubasi, kegiatan mencari dan menghimpun data atau informasi tidak dilanjutkan. Inkubasi adalah tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tapi “ mengeramnya “ dalam alam pra-sadar, yaitu dimaksudkan diharapkan hadirnya suatu pemahaman serta kematangan terhadap ide yang tadi timbul (setelah dieram). Contoh bentuk tahap ini adalah meditasi dan latihan meningkatkan kreativitas.
Tahap iluminasi adalah tahap timbulnya ‘insight’, yaitu saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-proses psikologi yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru. Suatu tingkat penemuan saat inspirasi yang tadi diperoleh, dikelola, digarap, kemudian menuju kepada pengembangan suatu hasil (product development). Pada masa ini terjadi komunikasi terhadap hasilnya dengan orang yang signifikan (dalam hal ini adalah guru atau orang lain yang berkompeten) bagi penentu, sehingga hasil yang telah dicapai dapat lebih disempurnakan lagi.
Tahap verifikasi (verification) atau tahap evaluasi adalah tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen (pemikiran kreatif) dan diikuti oleh proses konvergensi (pemikiran kritis). Tahap ini dapat dilakukan misalnya dalam bentuk simulasi dan diskusi hasil penemuan tersebut.
Teori belahan Otak
Gerakan yang belum berdiferensiasi berkembang menjadi pola preferensi untuk kiri atau kanan, hampir semua mempunyai otak mana yang paling dominan, pada umum nya orang lebih biasa menggunakan tangan kanan ( berarti dominasi belahan otak kiri ), tetapi ada orang yang kidal mereka labih dominant menggunakan otak kanan. Di hipotersikan bahwa belahan otak kanan berhubungan dengan fungsi-funsgi kreatif sehingga terjadi dichotomania dimana dichotomania ini membagi-bagi semua fungsi mental menjadi funsi belahan otak kanan dan atau kiri, teori ini di dukung oleh bukti-bukti empiris, namun masih memerlukan pengkajian lebih lanjut
Guilford melihat pada perbedaan proses berpikir:
- A. Kecerdasan (Intelegensi) cenderung berpikir Konvergen: yaitu proses berpikir memusat dengan penekanan pada pencapaian jawaban tunggal yang paling tepat. (Otak Kiri).
- B. Kreativitas cenderung berpikir Divergen, yaitu: proses berpikir menyebar dengan penekanan pada segi kesesuaian. (Otak Kanan).
Teori tentang Produk yang kreatif
Pribadi yang kreatif, bila memiliki kondisi pribadi dan lingkungan yang memberi peluang bersibuk diri secara kreatif (proses), maka dapat di prediksikan bahwa produk kreatif nya akan muncul. Proses ini di sertai perasaan atau emosi yang dapat menunjang atau menghambat.
sumber : www.wikipedia.com
www.google.com